Pages

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2011

Kebudayaan Popular

  1. Beberapa Pandangan mengenai Kebudayaan Popular

Di dalam buku Culture and Anarchy, Matthew Arnold mengatakan bahwa Definisi Kebudayaan[1] terbagi menjadi empat, yaitu: Pertama, Kemampuan untuk mengetahui apa yang terbaik; kedua, Apa yang terbaik; ketiga, Aplikasi mental dan spiritual dari apa yang terbaik; dan yang terakhir adalah Pengejaran dari apa yang terbaik
Dari keseluruhan essainya, Arnold juga menyebutkan bahwa untuk merekomendasikan kebudayaan sebagai bantuan yang besar mengenai segala kesulitan-kesulitan yang akan kita alami di masa yang akan datang; Kebudayaan sebagai pengejaran dari kesempurnaan kita untuk mengetahui, dan dari semua hal yang menjadi perhatian utama kita, pemikiran dan perkataan terbaik di seluruh dunia, dan melalui pengetahuan ini memunculkan pemikiran-pemikiran dan paham-paham baru, yang sekarang lebih kuat tapi secara mekanik, secara berlebihan menggambarkan bahwa ada kebaikan dalam mengikuti mereka dengan setia yang akan menghilangkan kejahatan dalam mengikuti mereka secara mekanik.

Artikel

DISKRIMINASI

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk. Kesadaran akan kemajemukan tersebut sebenarnya telah ada sebelum kemerdekaan, antara lain telah diekspresikan pada saat pernyataan Sumpah Pemuda. Namun selama ini, perjalanan bernegara menunjukkan bahwa penyelenggaraan negara terlalu berpihak kepada kesatuan dengan meninggalkan keberagaman, sesuatu yang secara faktual mencerminkan bangsa Indonesia yang sesungguhnya. Keberagaman seharusnya dipandang sebagai kekayaan dan modal pembangunan. Oleh karena itu, kebijakan multikultural seharusnya dikedepankan, sehingga negara dan masyarakat diharapkan lebih mampu mengelola perbedaan (termasuk suku, ras, agama dan golongan) sebagai konsekuensi dari keberagaman secara lebih positif.